• Minggu, 10 April 2022

    Usaha-Usaha untuk Menanggulangi Pemanasan Global


    Usaha-Usaha untuk Menanggulangi Pemanasan Global
    zoom-in-whitePerbesar

    Pemanasan global adalah salah satu gejala yang berimplikasi luas bagi kehidupan di muka bumi. Sebenarnya, pemanasan global sudah sejak lama menjadi salah satu topik perbincangan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi di Rio de Janeiro, Brasil pada tahun 1992.

    Berdasarkan buku Analisis Kesehatan Lingkungan Akibat Pemanasan Global dan Perubahan Iklim karangan H. J Mukono (2018: 59), pemanasan global atau global warming adalah suatu proses peningkatan suhu rata-rata dari permukaan bumi.
    Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mengatakan bahwa sebagaian besar peningkatan temperatur rata-rata bumi sejak pertengahan abad ke-20, disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.
    Aktivitas tersebut dipercaya dimulai terutama sejak era industrialisasi yang digagas oleh Inggris pada akhir abad ke-19. Indonesia sendiri mengalami peningkatan suhu permukaan dari 0,5 derajat celsius menjadi 1 derajat celsius, dibandingkan suhu rata-rata tahun 1980.
    Telah banyak bukti dan fakta ilmiah berbicara mengenai dampak pemanasan global yang menyebabkan perubahan ekologis. Lantas, apa usaha-usaha untuk menanggulangi pemanasan global tersebut? Selengkapnya ada di dalam artikel ini.
    Usaha-Usaha untuk Menanggulangi Pemanasan Global (1)
    zoom-in-whitePerbesar
    Ilustrasi pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia di bumi. Foto: Pixabay

    Usaha-Usaha untuk Menanggulangi Pemanasan Global

    Dampak pemanasan global pun tak main-main, mulai dari terancamnya kesehatan manusia seiring dengan berubahnya iklim, hingga peningkatan suhu yang diikuti naiknya permukaan air laut. Maka dari itu, penanggulangan pemanasan global harus segera dilakukan.

    1. Reboisasi
    Melakukan reboisasi atau menanam pohon di sekitar lingkungan. Ajak orang-orang terdekat untuk menanam bibit tanaman di sekitar tempat tinggal, kantor, atau lokasi-lokasi penanaman bibit pohon tertentu seperti di pantai, sekolah, atau taman umum.
    2. Mengolah sampah
    Memanfaatkan sampah non organik seperti plastik kemasan dan botol minuman untuk dipakai sebagai bahan kerajinan, atau mengumpulkannya secara terpisah untuk diberikan atau dijual ke pemulung.
    Usaha ini dilakukan untuk mencegah melakukan pembakaran pada sampah yang sulit terurai.
    3. Mengatur penggunaan pendingin ruangan
    Periksa pendingin ruangan atau AC, jangan sampai ada kebocoran. Turunkan suhunya dan jangan biarkan ada celah yang terbuka dalam ruangan ber-AC.

    Gunakan penanda waktu saat tidur, misalnya diatur saat menjelang pagi, sehingga AC akan mati sendiri. Selain itu, beralih menggunakan teknologi AC yang hemat energi sekaligus ramah lingkungan.
    4. Matikan alat elektronik
    Mematikan alat elektronik langsung dari sumbernya. Jika mematikan TV, komputer, dan peralatan listrik lainnya yang kabelnya tersambung ke saklar, pastikan sumber listriknya di bagian saklar sudah dimatikan.
    5. Menggunakan transportasi umum
    Beralih menggunakan kendaraan umum ketika tidak dalam urusan yang begitu penting. Sebab, asap kendaraan bermotor menghasilkan gas rumah kaca yang menjadi pemicu utama efek rumah kaca.
    6. Membuat bangunan ramah lingkungan
    Saat proses pembangunan rumah, serahkan rancangan rumah kepada arsitek atau konsultan yang ahli dalam membuat rumah penghijauan, sehingga rumah akan terkesan asri, dan hemat dalam pemeliharaannya.
    ADVERTISEMENT
    Kategori rumah penghijauan adalah rumah yang mengutamakan pemakaian daur ulang, pencahayaan matahari, pemakaian energi surya, pengolahan air habis pakai agar dapat digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan, serta adanya tanaman pelindung dan penyerap karbon dioksida di sekitar pekarangan.


    SUMBER=https://kumparan.com/kabar-harian/usaha-usaha-untuk-menanggulangi-pemanasan-global-1wd1kDFNCbp/full







    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • Copyright © - Website ZahraPutri

    Website ZahraPutri - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan