Archive for Januari 2022

  • INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN [ PENGERTIAN LINGKUNGAN ]

    0

     

    Lingkungan – Pengertian, Jenis, Unsur, Fungsi, Manfaat, Kerusakan & Pelestarian

    3.9/5 - (39 votes)

    Lingkungan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan berdasarkan interaksi alam dengan masyarakat. Istilah ini bahkan mempunyai cakupan sangat luas seiring perkembangannya. Namun secara sederhana lingkungan berhubungan erat dengan alam dan penyusunnya.

    Sayangnya, diantara sekian permasalahan yang dihadapi oleh manusia, kondisi lingkungan merupakan salah satu hal yang berdampak besar. Sebab kehidupan manusia sangat bergantung pada keadaan di sekitarnya. Oleh sebab itu berbagai upaya terus dilakukan untuk melestarikan lingkungan.Daftar Isi

    1. Lingkungan Secara Umum

    Secara umum lingkungan dapat diartikan sebagai kombinasi dari berbagai unsur fisik meliputi sumber daya alam seperti flora dan fauna, air, tanah, mineral, serta energi matahari. Lingkungan juga mencakup hal-hal yang diciptakan manusia termasuk bagaimana cara mengelola lingkungan fisik.

    Pengertian lain dari lingkungan secara umum adalah segala hal yang berada di sekitar manusia yang tinggal secara bersama-sama dan kemudian saling mempengaruhi satu sama lain terhadap kondisi kehidupan manusia.

    Lingkungan terdiri atas dua komponen yang bersifat biotik dan abiotik. Komponen biotik merupakan segala hal yang memiliki nyawa, seperti manusia, hewan, tubuhan, serta mikroorganisme berupa bakteri dan virus. Sedangkan komponen abiotik adalah segala hal yang tak bernyawa seperti air, udara, tanah, cahaya, iklim, kelembaban, dan suara.

    panen padiPixabay

    2. Lingkungan Menurut Para Ahli

    Pengertian lingkungan menurut para ahli mencakup pendapat para pakar lingkungan dan pengertian secara tertulis di dalam kamus dan perundang-undangan. Berikut ini adalah berbagai pengertian lingkungan yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu:

    a. Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997

    Berdasarkan Undang-Undang No. 23 tahun 1997, arti lingkungan hidup adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu ruang dengan benda, keadaan, daya, dan makhluk hidup. Termasuk juga di dalamnya adalah manusia serta perilakunya yang berpengaruh terhadap kehidupan dan kesejahteraan manusia itu sendiri serta makhluk hidup lainnya.

    B.Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, lingkungan adalah daerah, kawasan, dan sebagainya yang ada di dalamnya, Lingkungan juga dapat diartikan sebagai suatu bagian yang ada di dalam kelurahan dan menjadi lingkungan kerja dari pelaksanaan pemerintahan desa.

    c. Menurut Ensiklopedia Kehutanan

    Sebagai objek kajian dari bidang kehutanan, dalam Ensiklopedia Kehutanan juga terdapat pengertian singkat lingkungan. Di dalam Ensiklopedia tersebut disebutkan bahwa lingkungan adalah jumlah total dari seluruh faktor non-genetik yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi pohon.

    d. Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf

    S. J. McNAughton dan Larry L. Wolf berpendapat bahwa definisi lingkungan adalah seluruh faktor eksternal baik yang bersifat biologis ataupun fisika, dimana faktor-faktor tersebut berpengaruh langsung terhadap kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, serta aktivitas reproduksi dari organisme.

    e. Menurut Michael Allaby

    Michael Allaby juga menyatakan pendapat mengenai pengertian lingkungan, penjelasan tentang lingkungan hidup adalah lingkungan fisik, biotis, dan juga kimiawi yang mengelilingi kehidupan organisme.

    f. Menurut Otto Soemarwoto

    Otto Soemarwoto memaparkan pengertian lingkungan secara lebih kompleks. Menurutnya lingkungan dalam Bahasa Inggris adalah environment. Lingkungan dapat diartikan sebagai jumlah semua benda dan keadaan dari suatu ruang yang menjadi tempat manusia tinggal dan mempengaruhi kehidupan.

    Jumlah pada ruang tinggal tersebut secara teoritis memang tidak terbatas, akan tetapi secara praktis jumlahnya terbatas sesuai dengan keperluan yang telah ditentukan misalnya unsur alam seperti laut, sungai, jurang, ataupun unsur dalam dunia politik dan lain sebagainya.

    Secara sederhana, pengertian lingkungan hidup atau lingkungn berdasarkan pendapat Otto Soemarwoto adalah segala hal yang ada pada seluruh makhluk hidup ataupun organisme yang mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan makhluh hidup tersebut.

    g. Menurut Jonny Purba

    Jonny Purba menyatakan bahwa yang dimaksud sebagai lingkungan adalah sesuatu yang berstatus sebagai lokasi terjadinya segala macam kegiatan atau aktivitas baik yang berupa interaksi sosial pada berbagai kelompok dan juga pranatanya serta seluruh aktivitas lain yang dipengaruhi oleh nilai dan simbol yang berlaku.

    h. Menurut Ahmad (1987)

    Ahmad (1987) menyatakan bahwa lingkungan merupakan suatu kesatuan dengan kehidupan manusia dan yang disebut lingkungan hidup adalah satu sistem kehidupan yang di dalamnya terdapat campur tangan dari manusia.

    i. Menurut St. Munadjat Danusaputro

    St. Munadjat Danusaputro menyebutkan bahwa lingkungan adalah segala hal berupa benda dan kondisi, serta manusia dengan perbuatan dan tingkah lakunya, yang berada di dalam ruang tempat manusia tinggal serta mempengaruhi kesejahteraan hingga kelangsungan hidup dan jasad renik yang lain.

    j. Menurut Supardi (2003)

    Supardi berpendapat arti lingkungan adalah jumlah dari seluruh benda hidup dan benda mati, termasuk segala kondisi yang terdapat di dalam lingkungan tempat tinggal manusia, yaitu tempat di mana manusia ditempatkan. Menurutnya lingkungan terbagi menjadi dua, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan non-fisik. 

    k. Menurut Emil Salim (1976)

    Menurut Emil Salim (1976), lingkungan adalah segala hal yang meliputi benda, keadaan, kondisi, dan pengaruh yang ada di dalam suatu ruang yang ditempati, dimana lingkungan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap hal-hal yang hidup termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan 

    m. Menurut Sri Hayati

    Lingkungan menurut Sri Hayati adalah kesatuan antara suatu ruang dan seluruh benda serta keadaan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Pada kesatuan tersebut juga terdapat makhluk hidup dan perilakunya baik manusia ataupun makhluk hidup yang lain demi melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan.

    n. Menurut Amsyari (1989)

    Amsyari (1989) menjabarkan pengertian lingkungan dalam tiga kelompok. Pertama adalah lingkungan fisik yang merupakan segala sesuatu yang terdapat di sekitar manusia dan wujudnya berbentuk benda mati seperti air, udara, batu, rumah, cahaya, dan sebagainya.

    Kedua adalah lingkungan biologis yang merupakan segala unsur yang terdapat di sekitar manusia dan menyerupai organisme hidup kecuali yang ada dalam diri manusia sendiri seperti hewan dan tumbuhan. Kemudian yang ketiga adalah lingkungan sosial yang merupakan kehidupan sekumpulan manusia yang berada di suatu lingkungan masyarakat.

    o. Menurut Soedjono

    Soedjono menyatakan bahwa lingkungan adalah bagian dari lingkungan hidup. Adapun di dalam lingkungan terdapat dua unsur, yaitu lingkungan hidup jasmani dan lingkungan hidup fisik yang meliputi seluruh faktor dan unsur fisik jasmaniah. Secara sederhana lingkungan dapat diartikan sebagai segala hal tentang kehidupan seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.

    p. Menurut Sambas Wirakusumah

    Pengertian lingkungan menurut Sambas Wirakusumah adalah seluruh aspek yang terdapat di sekitar manusia. Aspek tersebut meliputi unsur eksternal biologis dengan organisme hidup dan ilmu tentang lingkungan menjadi tempat stud

    q. Kamus Ekologi

    Lingkungan menurut kamus ekologi adalah bagian dari keseluruhan yang salaing berhubungan dan berkaitan antara makhluk hidup dengan makhluk non hidup, dimana keseluruhannya berada secara alami di muka bumi dan daerah lainnya.

    Jenis Lingkungan

    Berbagai macam lingkungan yang ada di sekitar kehidupan manusia dapat dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan sudut pandangnya. Secara umum lingkungan dibagi berdasarkan unsur pembangunnya, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Kemudian berdasarkan proses terbentuknya, yaitu lingkungan alami dan lingkungan buatan.

    hutan kota NYC

    1. Lingkungan Berdasarkan Proses Terbentuknya

    Sebagaimana telah disebutkan, lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kehidupan manusia, baik berupa kondisi alam maupun apa yang ditentukan atau dibuat sendiri oleh manusia. Hal itu menunjukkan bahwa lingkungan daapt dibentuk sesuai dengan kebutuhan.

    Berikut ini adalah lingkungan ditinjau dari proses terbentuknya, yaitu:

    a. Lingkungan Alami

    Lingkungan alami adalah lingkungan yang terbentuk melalui suatu proses alam secara dinamis, artinya tidak ada kesengajaan manusia dalam pembentukan tersebut. Lingkungan ini terdiri atas sumber-sumber alami berupa ekosistem dan berbagai komponen yang ada padanya baik komponen fisik ataupun komponen biologis.

    Selain itu, lingkungan alami juga mempunyai tingkat heterogenitas organisme dan makhluk hidup yang sangat tinggi. Contoh lingkungan alami sangat banyak di sekitar manusia, seperti gunung, laut, hutan, bukit, lembah, pantai, danau, sungai, rawa, padang rumput, dan lain sebagainya.

    b. Lingkungan Buatan

    Sesuai dengan namanya, lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibentuk secara sengaja artinya ada campur tangan manusia. Dalam proses pembentukan lingkungan ini, manusia memanfaatkan bantuan teknologi baik berupa teknologi sederhana ataupun teknologi modern.

    Meski terbentuk melalui kesengajaan oleh manusia, tetapi lingkungan buatan juga mempunyai peran yang penting. Tujuan pembuatannya pun semata-mata agar bisa ditempati dan dimanfaatkan oleh manusia. Contoh lingkungan buatan adalah perkampungan, pasar, jalan, sekolah, dan lain sebagainya.

    2. Lingkungan Berdasarkan Unsur Pembentuknya

    Lingkungan juga dapat dilihat dari unsur-unsur pembentuknya, dalam hal ini adalah komponen hidup seperti manusia dan tumbuhan serta komponen tidak hidup seperti batu dan tanah. Jenis lingkungan menurut sudut pandang ini dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.

    a. Lingkungan Biotik

    Lingkungan biotik juga disebut sebagai lingkungan organik, yaitu komponen berupa makhluk hidup yang mendiami bumi. Komponen tersebut terdiri atas makhluk hidup berupa manusia, hewan, dan tumbuhan, serta mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Contoh lingkungan biotik adalah manusia, hewan, dan tumbuhan yang hidup dalam satu lingkungan.

    Sesuai dengan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa unsur dari lingkungan hidup biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa yang terdapat di atas muka bumi atau terdapat dalam lingkungan tertentu. Unsur-unsur dalam lingkungan biotik selanjutnya dibagi kembali menjadi tiga jenis, yaitu:

    • Produsen, komponen yang berperan sebagai produsen dalam lingkungan biotik adalah tumbuhan, karena makhluk ini mampu memproduksi bahan makanan yang diperlukan oleh makhluk hidup yang lain.
    • Konsumen, komponen yang berperan sebagai konsumen pada lingkungan biotik adalah manusia dan hewan, karena kedua jenis makhluk hidup tersebut memanfaatkan makhluk hidup lain untuk memenuhi kebutuhannya.
    • Pengurai, komponen yang berperan menjadi pengurai dalam lingkungan biotik adalah mikroorganisme seperti bakteri, cacing tanah, dan jamur. Mikroba tersebut bertugas menghancurkan dan merombak sisa-sisa dari organisme yang sudah mati.

    b. Lingkungan Abiotik

    Lingkungan abiotik atau juga disebut lingkungan anorganik adalah kondisi yang ada di sekitar makhluk hidup dan bersifat anorganik atau benda mati seperti air, udara, tanah, mineral, dan batu. Contoh-contoh tersebut sekaligus menjadi unsur pembangun lingkungan abiotik.

    Selain itu unsur dari lingkungan abiotik mempunyai fungsi pendukung, artinya keberadaannya diperlukan untuk membantu terciptanya suatu lingkungan. Ada empat unsur lingkungan abiotik yang bersifat vital bagi kelangsungan makhluk hidup, yaitu matahari, air, udara, dan tanah.

    • Matahari, unsur lingkungan abiotik yang bersifat fisik di mana cahaya matahari diperlukan dalam proses fotosintesis tumbuhan sebagai unsur biotik dan juga menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lain seperti manusia.
    • Air, unsur lingkungan yang paling bersifat vital bagi makhluk hidup adalah air. Karena air dibutuhkan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan untuk bertahan hidup. Tanpa air bencana kekeringan akan terjadi dan itu merugikan makhluk hidup. Meski begitu kelebihan air juga dapat mengakibatkan bencana banjir.
    • Udara, sama halnya dengan air udara juga memiliki peran sangat vital bagi makhluk hidup. Karena semua yang bernyawa memerlukan udara untuk berpanas atau respirasi. Udara sendiri terdiri atas beragam jenis gas seperti oksigen yang dihirup oleh manusia dan hewan, serta karbondioksida yang digunakan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis.
    • Tanah, unsur abiotik berupa tanah juga sangat diperlukan bagi makhluk hidup. Tumbuhan membutuhkan tanah untuk tubuh, lalu dimanfaatkan oleh manusia dan hewan sebagai makanan. Kebanyakan mikroorgansime juga hidup di dalam tanah. Serta yang paling penting tanah menjadi tempat seluruh makhluk hidup berpijak.

    Selain itu unsur-unsur lingkungan abiotik atau anorganik juga bisa dilihat berdasarkan aspek ekologi manusia. Aspek ini berkaitan erat dengan hubungan timbal balik atau interaksi dan interelasi pada manusia dengan lingkungan. Unsur tersebut diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu lingkungan alam, sosial, dan budaya.

    • Lingkungan alam, kondisi alamiah yang ada dalam suatu wilayah atau ruang tertentu dan meliputi tanah, bebatuan, iklim, dan fisiografi.
    • Lingkungan sosial, manusia dengan karakter dan seluruh aktivitasnya baik manusia sebagai suatu individu maupun sebagai makhluk sosial.
    • Lingkungan budaya, semua benda yang diciptakan oleh manusia seperti bangunan, sistem kepercayaan, tatanan lembaga sosial, serta karya seni.

    sumber=https://rimbakita.com/lingkungan/







  • INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN [ HAL HAL YANG DITEMUKAN DALAM SUATU LINGKUNGAN ]

    0

    Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan


    Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan
    zoom-in-whitePerbesar

    Makhluk hidup dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena satu dan lainnya saling memiliki pengaruh.Lingkungan dapat dijadikan sebagai tempat tinggal untuk makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan.
    Tak hanya itu, makhluk hidup bisa memanfaatkan apa saja yang ia temui dalam untuk melangsungkan kehidupannya.
    Hal-hal apa saja yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan hingga bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup?
    Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, simak penjelasan berikut ini.

    Pengertian dan Jenis-Jenis Lingkungan

    Sebelum mengetahui hal-hal apa saja yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan, sekiranya perlu untuk memahami pengertian dan jenis-jenis dari lingkungan terlebih dahulu.
    Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan fisik merupakan lingkungan alam yang mengelilingi atau berada di sekitar makhluk hidup.
    • Lingkungan biologis adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia dan berupa makhluk hidup selain manusia itu sendiri.
    • Lingkungan sosial adalah kondisi manusia beserta manusia lainnya dalam suatu lingkungan, seperti tetangga, teman, keluarga, dan lain-lain.

    Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan

    Ada banyak hal yang bisa ditemui dalam suatu lingkungan. Di dalam lingkungan, terdapat beberapa komponen yang mudah ditemui atau didapatkan pada suatu lingkungan.
    Menurut Dr. Ir. Etty Riani, M.S. dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Lingkungan, komponen dalam suatu lingkungan terbagi menjadi dua komponen, yakni komponen abiotik dan kompomen biotik
    1. Komponen Abiotik
    Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan (1)
    zoom-in-whitePerbesar
    Komponen abiotik seperti matahari dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Sumber: Pexels.com
    Komponen abiotik merupakan komponen tidak hidup atau komponen fisik, seperti sumber daya alam fisik dan kimia atau benda mati atu tidak bernyawa yang berada dalam lingkungan.
    Komponen-komponen abiotik ini bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya.
    Komponen ini secara keseluruhan berinteraksi dan menjadikan sifat yang khas dari komponen fisik dan kimia suatu wilayah.
    Contoh dari komponen abiotik antara lain adalah suhu, cahaya, suara, kelembaban, air, tanah, udara, batu, garam-garam mineral, dan sebagainya.
    Berdasarkan contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa komponen abiotik dapat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung.
    2. Komponen Biotik
    Hal-Hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan (2)
    zoom-in-whitePerbesar
    Salah satu hal yang dapat ditemukan dalam suatu lingkungan adalah tumbuhan. Sumber: Pexels.com
    Komponen biotik adalah komponen lingkungan yang bersifat hidup, atau dengan kata lain komponen biotik adalah keseluruhan makhluk hidup yang ada pada suatu lingkungan
    Komponen ini memiliki sejumlah karakteristik dan ciri-cirinya, seperti bernapas, bergerak, tumbuh dan berkembang, dan sebagainya.
    Komponen biotik memanfaatkan komponen abiotik untuk melangsungkan kehidupannya. Contohnya, tumbuh-tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk berfotosintesis.
    Setiap komponen biotik, baik tumbuhan, hewan dan manusia memiliki peran dalam lingkungan hidupnya.
    Berikut beberapa peran komponen biotik, yaitu Produsen, yaitu organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri. Contohnya tumbuh-tumbuhan.



    Konsumen adalah jenis organisme yang memperoleh bahan organik dari

    organisme lain. Contohnya, hewan dan manusia

    Dekomposer adalah makhluk hidup yang berfungsi untuk mengurai bahan-

    bahan organik.



    sumber=https://kumparan.com/kabar-harian/hal-hal-yang-ditemukan-

    dalam-suatu-lingkungan-1wdOYkTXNAm








  • Copyright © - Website ZahraPutri

    Website ZahraPutri - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan