Archive for Mei 2022
PENGALAMAN
PENGALAMAN
Pada hari senin, aku dan teman teman belajar mengenai luar angkasa di web belajar.id:http://wwt.belajar.kemdikbud.go.id/?_ga=2.45383460.1650537947.1563960854-1424105606.1560151870
Aku melihat banyak planet dan banyak bintang bintang. Aku juga dapat melihat lokasi rumah aku dan rumah teman teman saya di web itu. Selain itu aku juga melihat berbagai benda di angkasa yang masih asing untukku
TATA SURYA [ KONDISI BUMI ]
KONDISI BUMI
1. Bentuk bumi
Selama bertahun-tahun, para pelaut mengamati hal yang pertama kali mereka lihat di laut adalah puncak kapal.
Hal ini menunjukkan bumi berbentuk bulat.
Saat itu, ia mengadakan pelayaran dengan arah lurus, kemudian ia berhasil kembali ke tempat awal dirinya berlayar.
Di sisi lain, astronot telah melihat secara jelas bentuk bumi.
Astronot dari atas melihat bahwa terdapat sedikit tonjolan di khatulistiwa dan terdapat bagian bumi yang rata di bagian kutubnya.
Hal ini menunjukkan bentuk bumi tidak benar-benar bulat, tetapi sedikit lonjong.
2. Rotasi bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya.
Sedangkan, kala rotasi bumi adalah waktu yang diperlukan bumi untuk sekali berputar pada porosnya, yaitu 23 jam 56 menit.
Bumi berotasi dari barat ke timur
Aktivitas yang telah dilakukan oleh manusia adalah salah satu akibat dari rotasi bumi, yaitu terjadinya siang dan malam.
Adapun akibat lain dari rotasi bumi adalah sebagai berikut:
a. Gerak semu harian matahari.
b. Perbedaan waktu.
c. Pembelokan arah angin.
d. Pembelokan arah arus laut.
3. Revolusi bumi
Revolusi bumi adalah perputaran (peredaran) bumi mengelilingi matahari.
Kala revolusi bumi adalah waktu yang diperlukan oleh bumi untuk sekali berputar mengelilingi matahari, yaitu 365,25 hari atau 1 tahun.
Bumi berevolusi dengan arah yang berlawanan dengan arah perputaran jarum jam.
Akibat dari revolusi bumi yaitu sebagai berikut:
a. Terjadinya gerak semu tahunan matahari.
b. Perbedaan lamanya siang dan malam.
c. Pergantian musim.
SUMBER=https://www.tribunnews.com/pendidikan/2021/12/29/mengenal-kondisi-bumi-bentuk-rotasi-hingga-revolusi-bumi?page=3
UA [GALAXY BIMA SAKTI]
GALAXY BIMA SAKTI
Bima Sakti (bentuk yang sering digunakan oleh ahli astronomi[15][16]) atau Bimasakti (bentuk baku menurut KBBI[17]) adalah galaksi spiral yang besar, yang di dalamnya terdapat Tata Surya, tempat planet Bumi beredar mengelilingi matahari. Matahari hanya salah satu dari sekitar 200 miliar[18] sampai 400 miliar bintang[19] yang membentuk galaksi Bima Sakti. Galaksi ini termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total massa sekitar satu triliun ({\displaystyle 10^{12}}{\displaystyle 10^{12}}) kali massa matahari serta memiliki diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1.000 tahun cahaya.[20]
Pusat Galaksi Bima Sakti seperti yang terlihat dari Observatorium Paranal di malam hari. Laser tersebut ditembakkan untuk mengoreksi penampakan benda langit yang terdistorsi yang diterima teleskop.
Matahari kita tidak berada di pusat Bima Sakti namun berada agak di tepi, dengan jarak antara matahari dan pusat galaksi sekitar 27.700 tahun cahaya. Kuat dugaan, di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (bahasa Inggris: super massive black hole, SMBH). Titik tempat lubang hitam itu berada disebut sebagai Sagittarius A* (dibaca: Sagittarius A-star), suatu objek yang memancarkan gelombang radio yang sangat kuat.
Semua objek yang berada di Bima Sakti mengorbit di sekeliling pusat galaksi. Tata Surya memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu putaran orbit mengelilingi pusat galaksi, yang berarti telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit Tata Surya dalam Bima Sakti adalah 217 km/s.
Dari bumi, Bima Sakti tampak pada langit malam yang cerah dan bebas polusi cahaya sebagai kabut putih kelabu memanjang mengitari busur langit dengan bagian tengahnya terdapat alur gelap. Karena jalur kitaran busur langitnya tidak berdekatan dengan garis ekuator langit maupun ekliptika, Bima Sakti teramati dari berbagai sudut bumi. Sebenarnya, kabut putih itu merupakan kumpulan bintang-bintang yang sangat banyak dan lebih rapat daripada di bagian langit lain serta debu dan gas angkasa yang terperangkap dalam piringan orbit.
sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bima_Sakti
TATA SURYA [METEOR HALLEY]
METEOR HALLEY
Komet Halley adalah komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang dapat dilihat dengan mata telanjang, dan dipastikan kembali dalam rentang umur manusia pada umumnya. Kemunculannya sepanjang sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap sejarah manusia, walaupun penampakannya tidak dikenali sebagai objek yang sama sampai abad ke-17. Dan sejumlah bukti baru menunjukkan bahwa peristiwa langit yang telah disaksikan orang Yunani kuno, kemungkinan merupakan penampakan awal komet Halley.[3] Dijelaskan, sebuah meteor raksasa telah menghantam Yunani antara 466 SM dan 467 SM. Komet Halley terlihat selama hampir 80 hari pada 466 SM, para peneliti menulisnya dalam jurnal kosmologi.[3] Menurut laporan New Scientist, hingga kini, awal terlihatnya komet tersebut adalah saat mengorbit pada 240 SM, sebuah peristiwa yang dicatat oleh para astronom Tiongkok kuno.[3] Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061.
sumber:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Komet_Halley
TATA SURYA [METEOROID]
METEOROID
Apa itu meteoroid?
Meteoroid adalah batuan kecil yang mengorbit mengelilingi Matahari. Meteoroid ditemukan di banyak ruang di tata surya, seperti di antara planet bahkan di luar tata surya pada Sabuk Kuiper dan Awan Oort.
Sebagian meteoroid merupakan batu-batuan, sedangkan sebagian lainnya tersusun atas logam. Sedangkan sebagian kecilnya merupakan kombinasi batu dan logam.
Menurut International Astronomical Union, meteoroid memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari lebih besar dari satu mikron sampai lebih kecil dari satu meter.
Meteoroid yang memasuki atmosfer Bumi atau atmosfer planet lainnya, akan bergerak dengan kecepatan tinggi dan terbakar. Inilah yang kita kenal dengan nama meteor atau yang disebut juga dengan bintang jatuh.
Jumlah meteoroid sangat banyak di langit. Bahkan, peneliti memperkirakan sekitar 48,5 ton meteoroid masuk ke dalam atmosfer Bumi. Namun, kebanyakan semua telah terbakar habis sebelum menyentuh Bumi. Jika mencapai permukaan Bumi maka meteoroid itu disebut mmeteorid
Bagaimana terjadinya meteoroid?
Sebagian besar meteoroid terbentuk dari tabrakan antar asteroid. Tabrakan ini akan menghasilkan debris yang lebih kecil yang dikenal dengan nama meteoroid. Selain itu, meteoroid juga bisa terjadi dari komet atau dari Bulan.
sumber: https://www.kompas.com/sains/read/2022/03/04/173300323/bagaimana-terjadinya-meteoroid-dan-dampaknya-bagi-manusia